Saturday, September 15, 2012

I Found you

                   Hari begitu cerah, hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu seluruh kelas XI SMA Dreamer. karena hari ini mereka akan pergi untuk berkemah di luar kota. Bus yang akan mengantarkan mereka pun telah siap para siswa sudah berada di dalam bus, saat mesin bus dinyalakan dan semua sudah siap untuk berangkat, tiba-tiba terdengar teriakan "Tunggguuuuuuuuuuuuuuuuuu".......

           Dengan berlari kencang Dinda berusaha untuk sampai di bus, Dinda adalah salah satu murid kelas XI, dia dikenal oleh teman-temannya adalah gadis yang sangat susah untuk bangun pagi, sehingga tak jarang Dinda mendapat hukuman karena terlambat, selain itu Dinda merupakan teman yang sangat baik hati, dia berteman dengan semua orang tanpa memilih-milih, dia juga memiliki wajah yang manis sehingga mampu membuat semua orang tertarik padanya, tapi sampai saat ini Dinda belum memiliki pacar, karena menurut Dinda berteman lebih menyenangkan dari pada pacaran.

      
              "Huuuuuuuuuuuuuuuu...." teriak teman-teman Dinda saat Dinda masuk kedalam bus. "Maaf..maaf..hehehe" kata Dinda.."Dinda..sini, duduk di samping aku" ajak chealsea, chealsea adalah teman akrab Dinda.

                 Semua sudah siap, dan akhirnya bus pun melaju, semua murid-murid sangat senang.  Setelah 3 jam berlalu akhirnya mereka sampai di lokasi perkemahan, tempat itu berada jauh dari kota, dan sekitar mereka hanya terdapat hutan dan sungai. semua murid mulai memasang tenda dan bersiap untuk mengikuti kegiatan perkemahan.

                Tak terasa sudah satu minggu mereka berada di tempat itu, banyak petualangan menyenangkan yang terjadi disana. Dan tiba saatnya mereka untuk pulang. Para murid sudah masuk di dalam bus dan tak lama kemudian bus mulai berjalan, ketika di tengah jalan untuk pulang, Dinda tiba-tiba berteriak "Pak...pak stop pak.. saya kebelet nih pengen pipis". teman-teman Dinda pun berteriak "Huuuuu...Dinda,,Dinda".

              Bus berhenti dijalan yang di keliling hutan, Dinda masuk kedalam hutan dan mencari tempat untuk buang air. Karena teman-teman Dinda merasa kepanasan berada di dalam bus satu persatu mereka turun dari bus, mereka berpencar. Ada yang berfoto-foto, ada yang duduk di bawah pohon.

                Saat Dinda akan balik ke bus dia melihat seekor kelinci yang sangat lucu, Dinda megejar kelinci itu sambil berlari, karena Dinda terlalu semangat dia sampai tak melihat batu yang ada di depannya. Dinda tersandung dan kepalanya membentur tanah dengan sangat kuat yang mengakibatkan Dinda pingsan.
.................................................................

             karena sudah terlalu lama berhenti akhirnya semua murud di suruh masuk kedalam bus oleh gurunya. Mereka melanjutkan perjalanan dan tak menyadari bahwa Dinda belum masuk kedalam bus. Bus sampai di sekolah dengan selamat dan kekurangan satu murid dan tak ada satu pun yang sadar bahkan Chealsea teman Dimda.
.....................................
       
                perlahan-lahan mata Dinda terbuka, dia melihat seorang wanita di hadapannya, "Ibu siapa? saya ada dimana?teman-teman saya mana?" tanya Dinda.  "Nama saya Ibu Elli. kamu ada dirumah saya. tadi anak saya menemukan kamu pingsan di tengah hutan sendirian,jadi dia membawa kamu kemari"jawab Ibu Elli. "Haaa? pingsan?" Dinda heran. "Dimaassss, Sini nak" Ibu Elli memanggil anaknya. Tak lama kemudian datang seorang cowok ganteng yang tersenyum ramah kepada Dinda (wwooooooowww!!). Dinda terpesona, dia pum membalas dengan senyuman manisnya (switt..switt). "Halo nama saya Dimas, tadi saya menemukan kamu pingsan di tengah hutan, kaki dan kepala kamu luka tapi ibu saya sudah mengobatinya" kata Dimas. "Makasih ya, aku ga tau gimana nasib saya kalau ga ada kamu,,oh ya nama saya Dinda".

            Dimas menjelaskan kepada Dinda bahwa Dinda sekarang berada Di desa yang sangat jauh dari kota dan bahkan belum banyak orang yang tau akan desa itu,dan penghuni desa itu sangat sedikit mereka hidup denga berkebun. Ibu Dimas menyarankan agar Dinda tinggal bersama mereka, Dinda setuju karena luka kaki dan kepalanya masih sangat sakit, apalagi di rumah itu ada Dimas yang membuat Dinda betah.


                 Tak terasa sudah dua hari Dinda berada Di desa itu. pagi hari di desa itu sangat indah, Dimas mengajak Dinda kesuatu tempat di gunung untuk melihat matahari terbit, tempat itu sangat indah,dan tempat itu merupakan tempat favorit Dimas,. semenjak saat itu mereka sering ke tempat itu untuk menghabiskan waktu. Dimas sangat senang akan kehadiran Dinda begitu pua Dinda.

          Jauh sebelum Dinda datang sebenarnya Dimas telah jatuh cinta kepada seorang gadis yang berada di desa itu ,namanya Elena dan Elena juga sangat mencintai Dimas Tapi Dimas belum menyatakan perasaanya kepada Elena karena belum yakin akan perasaanya. Elena mendengar kehadiran Dinda, Elena merasa cemburu dan Dia merencanakan hal jahat untuk mengusir Dinda dari desa itu.

             Suatu hari, saat Dimas berada di kebun, Elena datang sambil menangis. "Astaga Elena kenapa tangan kamu berdarah?" tanya Dimas. "Dimas, tadi Dinda mendatangi aku dia marah karna aku dekat sama kamu, dia mau aku menjauhi kamu, tapi aku ga mau dan dia malah mukul aku pake kayu sampai tangan aku berdarah". Dengan sangat mudah Dimas percaya dengan kata-kata Elena "Apaaa? kamu serius?" tanya Dimas. "iya Dim, ini Buktinya" jawab elena sambil memperlihatkan pergelangan tangannya.

             Dinda sedang bermain bersama anak-anak kecil di Desa itu dia mengajarkan anak-anak itu untuk membaca, tiba-tiba dimas datang "Dinda!!, kenapa kamu ngelakuin itu? apa salah Elena sama kamu? aku gak nyangka, kamu bisa berbuat seperti ini..asal kamu tau Din, kamu gak ada apa-apanya buat aku, jadi kamu gak berhak ngelarang siapapun untuk dekat sama aku. Aku menyesal udah nolongin kamu waktu itu, kalau aku tau kamu seperti ini mendingan aku biarin kamu pingsan di tengah hutan"
Dinda sangat tidak mengerti Dia pun mendekati Dimas "Dim, maksud kamu apa? aku gak ngerti" kata Dinda dengan sangat halus. Dimas yang sangat marah mendorong Dinda sampai terjatuh "Kamu gak usah pura-pura aku udah tau kamu yang sebenarnya. skarang aku gak mau liat kamu lagi apalagi di rumah aku, pergii kamu" Dimas mengusir Dinda.

                    Tanpa pikir panjang Dinda pun berdiri dan pergi, walapun dia tak tau harus kemana karena hanya ada hutan di depannya. Dinda masuk jauh kedalam hutan tanpa tujuan. Malam pun datang, Dinda sangat kedinginan dan ketakutan hujan turun dengan sangat deras membuat Dinda semakin kedinginan, dia berteduh dibawah pohon, tak lama kemudian Dinda sudah tak sadarkan diri

                   Sementara itu orang tua, teman-teman dan guru-guru Dinda sudah mencari Dinda, dan mendatangi semua tempat yang pernah didatangi Dinda. Orang tua Dinda melaporkan kehilangan anaknya kepada polisi, polisi pun menuju ke hutan tempat Dinda Hilang.
............................................................................
             Di dalam hatinya sebenarnya Dimas sangat mengkhawatirkan Dinda akan tetapi pikirannya masih terpengaruhi oleh kata-kata Elena. Pada saat pagi hari, ada yang mengetuk rumah Dimas, Dimas berharap orang yang mengetuk pintu itu adalah Dinda, dan saat Dimas membuka pintu seorang gadis kecil yang kira-kira berumur 10 tahun menatap Dimas "Kak Dimas, kemarin aku melihat Kak Elena mukulin tangannya sendiri sampai berdarah, sebenarnya aku takut untuk ngadu sama kak Dimas tapi aku gak mau kak Dinda pergi". Dimas langsung berlari mencari Elena dan memaksa Elena mengaku, dan akhirnya Elena mengaku. Dimas sangat sangat marah kepada Elena dan sangat sangat menyesal terhadap apa yang dia lakukan kepada Dinda..

             Dimas pergi kehutan seorang diri untuk mencari Dinda "Dindaaaa...Dindaaa..kamu dimana?". sampai sore Dimas belum menemukan Dinda, tapi Dimas tak putus asa, tiba-tiba Dimas melihat Dinda duduk di bawah pohon, Dimas berlari kearah Dinda dan berteriak "Dindaaa". Tubuh Dinda sangat kedinginan wajahnya pucat dan Dinda tak sadarkan diri. Dimas menggendong Dinda, tapi pada saat dimas akan melangkah Dinda tersadar dan dia berbicara dengan sangat lemah"Dim,,,biarin aja aku mati disini, aku gak mau kamu menyesal untuk yang kedua kalinya karena nyelamatin aku". Air mata Dimas menetes dia sangat merasa bersalah, "Maafin aku Din,,seharusnya aku percaya sama kamu, maafin aku,mulai hari ini aku akan percaya sama kamu. Aku udah sadar skarang kalau aku sangat mencintai kamu, aku gak akan pernah menyakiti kamu lagi".

          Dinda hanya terdiam sambil meneteskan air mata dia sangat bahagia mendengar kata-kata Dimas. Tak lama kemudian mereka berdua sampai dirumah Dimas, Ibu Dimas langsung merawat Dinda,stelah beberapa jam Dinda sudah agak baikan. Diluar rumah terdengar suara yang sangat ribut,ternyata polisi dan orang tua Dinda sudah sampai di desa itu untuk mencari Dinda, polisi memperlihatkan foto dinda kepada warga di desa itu dan menanyakan keberadaan Dinda. Akhirnya polisi menemukan Dinda dirumah Dimas, orang tua sangat senang menemukan Dinda begitu pun Dinda yang sangat merindukan orang tuanya.

         Dimas yang berada di smping Dinda sangat senang karena Dinda akhirnya bertemu kembali dengan orang tuanya, tetapi Dimas juga sedih karena akan berpisah dengan Dinda. salah satu polisi memperhatikan Dimas, dan akhirnya polisi itu mengenali Dimas, "Kamu Dimas kan? anak yang hilang 1 tahun lalu?"kata polisi itu. Dimas kaget polisi itu mengenalnya.

           Orang tua Dimas adalah pengusaha yang sangat kaya raya, dan memiliki satu anak yaitu Dimas. Dimas melarikan diri saat dia kelas 1 SMA, karena dia merasa bahwa orang tuanya terlalu mengatur hidupnya sampai-sampai di tak boleh berteman dengan siapa pun. Dimas akhirnya menemukan desa itu dan bertemu dengan ibu Elli, Ibu Elli adalah seorang janda yang tak mempunyai anak, Ibu Elii telah menganggap Dimas seperti anaknya sendiri, begitupun Dimas.

             "Orang tua kamu mencari kamu kemana-mana, mereka sangat menyesal sudah melarang kamu untuk melakukan hal yang kamu mau. Mereka tak pernah menyerah untuk menemukanmu,". kata polisi tersebut. "Iya pak saya Dimas, bagaiman keadaan orang tua saya?" tanya Dimas. "Mereka sangat mengkhawatirkan kamu, kamu harus pulang Dimas, mereka menyayangi kamu"jawab poloisi itu. Dimas berpikir sejenak dan kemudian dia berbicara denga ibu Elli setelah itu Dima mengatakan "iya pak saya akan pulang".

                 Dinda sangat senang Dimas bisa ikut dengannya. Dimas kembali kerumahnya ayah dan Ibunya memeluknya dengan erat,dan berjanji tak akan melarangnya untuk berteman dengan siapapun. Dimas menjadi siswa baru Di SMA Dreamer dan dia sekelas dengan Dinda, mereka berdua menjalani hari-hari mereka sebagai sepasang kekasih. Jika libur tiba mereka pergi kedesa tempat pertama kali mereka bertemu dan mendatangi tempat favorite mereka untuk melihat matahari terbit. Dinda berbisik di telinga Dimas " I FOUND YOU". Dimas tersenyum dan balas berbisk di telinga Dinda "I GOT YOU".

No comments:

Post a Comment